Conheça também

0

Peran Penting Akal Dan Iman Dalam Konsep Agama Islam

Rabu, 28 Desember 2011.

Berbicara tentang kedua objek ini sangatlah menarik dan penting untuk di perbincangkan, kenapa? karna pada dasarnya sumber kekuatan manusia itu terdapat pada kedua objek ini, peran penting akal dalam konsep agama, ikatan antara akal dan agama adalah pembahasan yang cukup mendetail dalam sejarah pemikiran manusia, khususnya menurut pemandangan Islam, banyak cabang yang di bahas didalamnya, salah satunya yaitu bagaimana ikatan antara akal dan iman? Masalah yang perlu dilontarkan dari objek tersebut yaitu ikatan antara akal dan iman; keduanya menyangkut tentang keyakinan kita terhadap Allah Swt. Apakah keimanan atau kepercayaan terhadap sesuatu harus dijelaskan melalui dalil akal dan akal memberikan peran penting di dalamnya? Atau merupakan hal yang sudah jelas sehingga tidak lagi memebutuhkan penjelasan dalil akal? atau keimanan berdiri di luar garis tatanan akal dan tidak saling terkait? Bagaimana hubungan antara akal dan syariat? pertanyaan-pertanyaan seperti diatas perlu kiranya untuk di telaah dan sebelumnya telah banyak diutarakan melalui acara diskusi, seminar dan media massa pada umumnya, apakah keyakinan beragama yang berasaskan iman merupakan hal yang masuk akal atau dalam bahasa globalnya rasionalitas? perbuatan yang selain itu bertentangan dengan rasio, jika apa yang kita sajikan tersebut tidak mampu mengklaim atau tidak mampu menetapkan keyakinan agama sesuai dengan akal, atau kita beragama hanya ikut-ikutan saja tanpa mencari kejelasan dan tidak memfungsikan akal kita? apakah itu benar?
“Keyakinan manusia terhadap Tuhan terdapat dalam jiwa manusia tanpa memerlukan dalil akal, begitupun sebaliknya” pendapat tersebut banyak menimbulkan pro kontra dari kalangan tokoh-tokoh dunia baik tokoh klasik maupun tokoh modern, lain lagi yang berpendapat bahwa akal dapat mengganggu ketenangan iman, oleh karenanya tidak ada hubungan antara akal dan iman, artinya iman akan di putar balikkan melalui dalil akal, sehingga dalil akal akan membahayakan keimanan bagi khalayak awam. Perbedaan pendapat seperti ini sadah menjadi hal yang sangat wajar, karna manusia di ciptakan dalam bentuk yang berbeda artinya kalau bentuk manusianya sudah berbeda  apalagi modal berpikirnya?.
Namun, sama-sama kita mengetahui bahwa salah satu kelebihan yang ada pada manusia dibanding dengan makhluk lainnya, jika manusia mengfungsikan akalnya. Banyak persoalan yang ada dalam konsep keagamaan diselesaikan melalui dalil akal. Disini akal terus berjuang mempertahankan haknya. Hubungan akal dan agama secara jelas, bahwa akal dan agama merupakan suatu pemberian Allah Swt yang keduanya menyampaikan manusia kepada suatu kesempurnaan. Dalam Al-quran Allah berfirman:
"Sesungguhnya kami turunkan alqur'an dengan bahasa arab supaya kamu memahaminya."
Dalam Islam akal sangatlah terkait hubungannya dengan iman, yakni melalui akalnya dia akan memahami agama karena akal adalah salah satu sumber syariat Islam. Ikatan keduanya akan menghantarkan manusia ke-jalan kebahagiaan. Dalam riwayat Imam Shadiq berkata: "Akal adalah dalil seorang mukmin dan petunjuk bagi orang mukmin."
Dalam riwayat lain disebutkan:
" Setiap yang berakal pasti memiliki agama. Dan yang mempunyai agama akan menghantarkan ia ke surga."
Dalam ayat dan riwayat di atas secara tegas Islam sangat mementingkan masalah akal.  Namun, ada beberapa pendapat dalam mazhab Islam yang satu dengan yang lainnya saling bertentangan dan ada pula yang mendukung fungsi dan peran akal. Diantaranya: Pendapat Ahlul Hadist ; penggunaan dalil-dalil rasionalitas (akal) dalam masalah keimanan dan agama adalah haram. Cukuplah perkara-perkara agama apa yang didatangkan oleh nabi. Akal tidak mampu menyingkap hukum-hukum Tuhan. Juga mereka berpegang kepada penafsiran yang nampak (dhahir) yang ada pada alqur'an, sehingga adanya pengertian tajsim atau tasybih pada zat Tuhan. Begitu pula mereka mengklaim bid'ah terhadap penafsiran dan takwil ayat-ayat alqur'an. Pendapat kaum Mu'tazilah ; penggunaan dalil-dalil rasionalitas yang sangat berlebihan. Pendapat Syiah Imamiyah untuk menyingkap hukum agama diperlukan dalil rasionalitas baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam Islam kita lihat bahwa ada sebagian hukum-hukum syariat yang secara rasional tidak bisa kita jelaskan, seperti: mengapa shalat zuhur empat rakaat dan shalat subuh dua rakaat. Dan dalam kategori lain sebagian hukum-hukum syariat dengan dijelaskan alasan dan tujuan dari hukum-hukum tadi berdasarkan dalil akal, contohnya: berdusta adalah perbuatan yang jelek (dalil akal), dikarenakan merugikan orang lain, riba dianggap sebagai perbuatan yang jelek dikarenakan tidak menjaga maslahat orang miskin, dan penguasaan kekayaan hanya berpihak pada orang-orang kaya, membantu orang lain dianggap sebagai perbuatan baik karena memberikan manfaat. Seorang mujtahid menetapkan hukum berdasarkan hukum akal, ketika hukum tersebut tidak kita temukan di dalam al-qur'an dan hadist serta ijma'. Melalui jalan ini dalil khusus tidaklah diketahui, juga dalil yang berasal dari nash yang shahih tidak dapat menetapkan (tidak ada nash). Akal memberikan hukumnya dalam bentuk ikhtiya (kehati-hatian), pemilihan, memberikan fatwa peniadaan segala bentuk yang berbahaya, dan lain-lain. Namun, kita percaya bahwa semua perbuatan pasti mempunyai tujuan, dan manfaat tersebut akan kembali pada manusia. Dalam syariat pun berlaku demikian. Kita berkeyakinan bahwa semua hukum Allah (termasuk hukum-hukum yang tidak diketahui manfaat dan tujuan oleh kita) memiliki tujuan dan bermanfaat bagi manusia. Bukan hanya tugas seorang ulama yang menemukan dengan melalui hasil ijtihadnya untuk menjelaskan hukum-hukum syariat tadi, juga tugas dari para pakar sains dan ilmuwan untuk menyingkap tujuan dari hukum-hukum tersebut. Para mujtahid bekerja sama dalam menyingkap hukum berdasarkan dalil-dalil yang didapat dari alqur'an dan hadist. Disini Islam menentang adanya penafsiran hukum-hukum syariat berdasarkan pendapat sendiri.
Batasan-batasan Akal ahli Ma'rifat mengatakan: akal untuk mengenal agama, adalah sesuatu yang lazim, akan tetapi itu tidaklah cukup. Karena apa yang akan dipahami, melebihi atas pemahaman ilmu usuli, apa yang disebut dengan penyaksian yakni di luar apa yang dipahami oleh akal. Begitu juga apa yang dapat kita rasakan langsung melalui perantara panca indera , setelah melalui proses uji coba, tidaklah memerluka dalil akal (burhan), akal hanya memberikan hukum general (kulli) terhadap permasalahan tersebut. Pembelaan Akal terhadap Agama Jika ditanyakan bahwa apakah permasalahan general (kulli) dan particular adanya pembelaan akal terhadap agama? Jawabannya adalah: terhadap masalah-masalah partikular, akal tidak berperan di dalamnya, dan tidak memerlukan dalil akal (argumentasi), juga terhadap masalah partikular alam, partikular syariat. Adapun sebaliknya terhadap masalah-masalah general alam dan syariat, adalah jalan untuk menggunakan dalil akal. Oleh karena itu, akal berperan penting dalam menggariskan hukum-hukum general agama dan syariat, juga hukum-hukum general alam, yakni setelah keberadaan Allah Swt kita yakini, dan Allah Swt dengan ilmu, kehendak, dan hikmah dan semua sifat kebaikan-Nya telah kita kenali, sehingga dapat dipahami bahwa Allah Yang Maha Bijaksana mempunyai tujuan dalam ciptaan-Nya. Dengan kata lain, oleh karena segala perkara, tujuan alam tidak dapat
diketahui. Dan dikarenakan alam adalah ciptaan Allah Swt. Pastilah dalam ciptaan-Nya pun mempunyai tujuan dan maksud. Namun perlu diketahui bahwa semua tujuan dan manfaat tersebut kembali pada manusia.
Dapat disimpulkan bahwa:
1.       Agama bersifat general (kulli), mendapatkan pembelaan akal secara langsung.
2.       Partikular agama secara langsung dan tanpa perantara tidak bisa dibuktikan melalui dalil akal, akan tetapi secara tidak langsung dan melalui perantara dengan menggunakan dalil akal.
3.       Tidak adanya pembelaan secara akal, tanpa perantara atas partikular
agama dikarenakan terbatasnya akal dalam perkara-perkara secara partikular.
4.       Setelah merasakan penyaksian kebenaran perkara-perkara partikular, mampu untuk diterangkan melalui dalil akal.
5.       Akal dalam menegakkan dalil untuk masalah-masalah particular sangatlah terbatas dan ukuran kebenaran atasnya tidaklah bisa dipertahankan.
Beberapa contoh tentang beberapa kemungkinan rasionalitas iman dan tidak mungkinnya rasionalitas iman:
1.       Jika yang dimaksud dengan iman di sini adalah perkara-perkara partikular, yang memiliki realitas di luar. Maka di sini akal tidak mampu menerima perkara partikular, dan keimanan tidak dapat diuraikan dengan dalil akal. Contohnya: wujud adanya surga, yang merupakan wujud realitas di luar, dengan dalil akal tidak dapat membuktikannya. Namun apabila surga dengan pemahaman general sebagai sebuah tempat pahala
yang akan diterima dari perbuatan baik atau sebagai bentuk luar (misdaq) dari perbuatan pahala perbuatan.
2.       Jika yang dimaksud dengan iman adalah hasil dari pengalaman spiritual atau sebuah pengalaman spiritual pribadi yang tertentu, maka dalil akal tidak dapat membuktikannya. Karena dengan pengalaman spiritual pribadi akan mengakibatkan berbagai macam interpretasi dari bentuk keimanan.

Leia Mais...
0

KEIMANAN DI BALIK INTELEKTUALITAS SEORANG PEMUDA


Pemuda adalah pondasi bagi tegaknya umat, merekalah penerus bangsa dan pembawa tombak kejayaan Islam, bahkan pemuda dimata Islam amatlah agung, pemuda yang dapat diandalkan dunia dengan keseimbangan intelektual yang tentu suatu hal ideal yang di impikan suatu umat. Islam sendiri mengakui urgensi pemuda tersebut dalam Islam  Allah meninggikan derajat mereka dan menjadikannya pondasi bagi tegaknya umat bahkan dalam kata lain kejayaan umat islam ada di bangsa pemuda.
Mungkin sentimen itu mewakili realitas pemuda yang ada dibalik keagungan yang disandarkan pada pemuda tak sejalan dengan keadaan yang ada, zaman intelektualitas telah membutakan mereka pada tujuan mereka diciptakan bahkan mengabaikan yang telah menciptakan. Disinilah letak intelektualitas pemuda perlu dipertanyakan, keberadaan keimanan yang hakiki adalah meyakini dengan fikiran, meresep dan perasaan dan melaksanakan dengan perbuatan, sikap dan perkataan.
Jadi sangat jelas korelasi intelektualitas dan keimanan seseorang sudah menjadi kebenaran  umum, karna tanpa kita berfikir dan mengingat dasar penciptaan tidak mungkin diperoleh keyakinan dan juga tanpa keyakinan tidak diperoleh keimanan.
Hal yang tak kalah penting adalah penting adalah dibutuhkannya kapabilitas pemuda untuk menfilter dan menjaga dari segala dampak negatif yang selalu menari disekeliling pemuda.
Bukankah hal itu yang kita impikan?
Leia Mais...
0

BEPIKIR BERLANDASKAN IMAN


Selumnya apa itu berpikir? Orang yang berpikir berarti ia sudah memfungiskan akalnya. Sebab dalam wikipedia bahasa indonesia mendefinisikan akal yaitu untuk mengingat, menyimpulkan, menganalisis,  dan menilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Akal berasal dari bahasa arab ‘Aql yang secara bahasa berarti pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu. Pengertian lain dari akal adalah daya pikir (untuk memahami sesuatu), kemampuan melihat, cara memahami lingkungan, atau merupakan kata lain dari pikiran dan ingatan. Jadi pada eksistensi akal itu adalah untuk berpikir. Dalam berpikir membutuhkan akal yang sehat seperti manusia normal pada umumnya.
Apakah hati itu adalah jiwa dan jiwa adalah iman?.
Dalam buku Filsafat Cina yang ditulis oleh Fung Yu-Lan mencoba menggambarkan jiwa dan sifat, ia mengatakan bahwa apakah kemampuan mental manusia terletak pada jiwa atau sifat?, ia menjawab kemampuan mental ada pada jiwa bukan pada sifat. Dan apakah kemampuan mental pada jiwa ini merupakan kesadaran?, ia samasekali bukan. Dan berpikir memang penting untuk mengetahui segala sesuatu, Al-Ghazali mengatakan dalam kitabnya yang diberi judul Kimiyatussa’dah, siapa yang mengenal dirinya pasti mengenal tuhannya. Sesuatu yang dikenal pasti dari hasil analisis berpikir. Memang dalam berpikir mungkin beda-beda dari semaua mahluk Allah. Kadang kita berpikir positif, negatif dan ada juga model, libral, ateis, orientalis, misionaris dan teroris.
Muhammad Mustafa Al-Maragi mengatakan dalam kata pengantar pada salah satu buku Muhammad Husein Haikal mengatakan bahwa, Coba kita lihat misalnya ilmu-ilmu kalam (teologi spekulatif); mereka menentukan, bahwa kewajiban kita pertama ialah mengenal tuhan (ma’rifatullah). Yang lain berkata: tidak, yang pertama harus ditempuh ialah skeptis. Lalu tak ada jalan lain untuk mencapai ma’rifat (connaissance) itu kecuali dengan pembuktian. Dan kalaupun itu dapat digolongkan ke dalam pengertian silogisme, namus premis-premisnya sudah pasti dan dapat dirasakan, dan secara naluri akhirnya dapat pula dipahami bedasarkan pengalaman yang sempurna dan dapat dipasikan sungguh-sungguh, seperti sudah dikenal dalam ilmu logika. Setiap kesalahan yang dapat menyusup ke dalam premis-premis itu atau ke dalam bentuk penyusunannya dapat merusak pembuktian tersebut. Untuk mengetahui ini semua karena daya pikir yang sehat dan jiwa yang kuat. Adapun iman disini adalah untuk menentukan mana yang baik dalam pikiran itu dan diyakini oleh hati maka iman mengambil kesimpulan dengan landasan agama.
Maka tidak salah dalam hal ini, Yang menempuh jalan demikian adalah Al-Ghazali, dalam salah satu kitabnya ia mengatakan, bahwa terlebih dulu ia membebaskan diri dari segala macam konsep. Kemudian baru ia berpikir dan menimbang kembali, menyusun kembali lalu membuat beberapa perbandingan. Dikemukakannya beberapa argumen, diujinya dan dianalisis. Dari semua itu kemudian ia memperoleh petunjuk, bahwa islam dan tuntunan yang diberikan menurut konsep islam adalah benar. Imam Al-Ghazali melakukan ini guna menghindari hal-hal yang brsifat taklid. Ia ingin membina keimanannya itu atas dasar iman yang pasti, yang berlandaskan argumen dan pembuktian, yakni iman yang kebenarannya sudah menjadi pegangan kaum muslimin tanpa ada khilafah. 
Dalam relasi berpikir dengan iman, “sebelumnya Astagfurullah Haladzim “ ,aku tidak mau beriman apabila saya tidak berpikir, dan aku tidak beripikr apabila iman saya tidak ada. Apakah kata berpikir dan iman saling mengaitkan? Coba kita perhatikan anak kecil yang masih belum bisa berpikir, mungkinkah anak kecil itu berpikir atau bertanya separti kata-kata ini, apakah agamaku, siapa tuhanku. Jadi kita yang sudah cukup dewasa, apakah iman itu datang dari hati dan dilafalkan melalui lisan kemudian di terjamahkan melalui gerakan atau amal?.
Nah disini ada Sebuah syair yang mungkin bisa mengajak kita untuk berpikir dan beriman: jangan bergaul dengan Allah kecuali dengan perintah-perintahnya, jangan bergaul dengan mahluk kecuali dengan saling menyayangi sesama hamba Allah, jangan bergaul dengan nafsu kecuali dengan bagaimana membantah tuntutan hawa nafsu,  dan jangan bergaul dengan setan kecuali dengan memerangi setan.
Leia Mais...
0

Biografi Presiden Soekarno

Senin, 03 Oktober 2011.

Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.

Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan nama Kusno Sosrodihardjo oleh orangtuanya. Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur lima tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama "Karna" menjadi "Karno" karena dalam bahasa Jawa huruf "a" berubah menjadi "o" sedangkan awalan "su" memiliki arti "baik”.
Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah. Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Sebutan akrab untuk Soekarno adalah Bung Karno.

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi".

PRESTASI SOEKARNO

01 juni 1945 Soekarno menyampaikan visi tentang falsafah dan dasar Negara yang kemudian dikenal sebagai hari lahir pancasila. Pada tanggal 18-25 april 1955 Soekarno membawa Indonesia berhasil menyelenggarakan Konferesi Asia Afrika di Bandung. 05 juli 1959 Soekarno mengeluarkan dekrit yang menyatakan berlakunya kembali UUD 1945. 30 september 1960 Soekarno mengingatkan pembebasan Irian Barat dan direalisasikan dengan Trikora. 14 Januari 1999 mendapat tanda penghargaan lencana tugas kencana, sebagian dari sederet gelar lainya, termasuk 27 gelar doktor kehormatan.

Leia Mais...
0

Kata Mutiara Bung Karno


 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)
“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno).


Leia Mais...
 
KILE' BLOG © Copyright | Template By Mundo Blogger |
Subir